Rakerda IPARI Kabupaten Cianjur 2025: Mengukuhkan Sinergi, Mencipta Dampak Nyata



Rakerda IPARI Kabupaten Cianjur 2025: Mengukuhkan Sinergi, Mencipta Dampak Nyata

Cianjur, 30 September 2025 – Seluruh mata tertuju pada Bale Praja Pendopo Kabupaten Cianjur yang pada hari Selasa ini menjadi saksi berkumpulnya para pengemban risalah Islam. Sebanyak 166 orang Penyuluh Agama se-Kabupaten Cianjur menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Pengurus Daerah II Tahun 2025 dengan semangat tinggi.

Mengusung tema inspiratif: “Penyuluh Agama BERSINERGI, Umat Hidup HARMONIS; Penyuluh BERGERAK, Umat BERDAMPAK”, Rakerda ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan forum strategis untuk menyelaraskan gerak langkah dakwah demi kemaslahatan masyarakat Kota Santri.

Sinergi Umara dan Ulama

Acara ini terasa istimewa dengan kehadiran dua tokoh kunci yang menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan keumatan di Cianjur.

Yang pertama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Bapak H. Ramlan Rustandi. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menggarisbawahi pentingnya peran penyuluh sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil umat. Beliau mengajak seluruh anggota IPARI untuk menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama dan menjadikan dakwah sebagai solusi, bukan provokasi.

“Kita harus memastikan tema ini bukan hanya slogan. Sinergi harus terwujud nyata, dimulai dari kolaborasi aktif antara Kemenag, IPARI, dan Pemerintah Daerah. Dan ketika Penyuluh Bergerak, dampaknya harus terukur, menjadikan masyarakat Cianjur semakin harmonis, damai, dan sejahtera lahir batin,” tegas Bapak H. Ramlan Rustandi.

Kehadiran yang paling dinantikan adalah Bupati Cianjur, Bapak dr. Muhammad Wahyu Ferdian. Dalam pidato kuncinya, Bapak Bupati menyampaikan apresiasi luar biasa atas kontribusi nyata para penyuluh. Beliau memandang 166 penyuluh sebagai aset tak ternilai yang membantu pemerintah dalam membangun mental spiritual masyarakat.

“Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh pada setiap program yang dirumuskan IPARI. Tema Rakerda ini sangat relevan. Di Bale Praja ini, mari kita kuatkan komitmen bahwa Umat Hidup Harmonis adalah cita-cita kita bersama, di mana penyuluh bertindak sebagai perajut toleransi dan perekat persatuan di tengah kebinekaan,” tutur dr. Muhammad Wahyu Ferdian. Beliau menutup dengan harapan agar hasil Rakerda dapat segera diimplementasikan untuk memberikan dampak positif yang luas bagi seluruh warga Cianjur.

Menuju Program Kerja Berdampak

Setelah sesi pembukaan, seluruh 166 penyuluh agama melanjutkan Rakerda dengan sesi-sesi komisi dan pleno. Mereka berdiskusi intensif, merumuskan program kerja tahun 2026 yang berfokus pada:

 * Program Ketahanan Keluarga Islami: Melalui bimbingan perkawinan dan pencegahan perceraian.

 * Peningkatan Literasi Keagamaan Digital: Memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya remaja, untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi keagamaan di media sosial.

 * Dakwah Pemberdayaan Umat: Mengintegrasikan kegiatan keagamaan dengan program sosial dan ekonomi, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Cianjur.

Rakerda IPARI 2025 ini berhasil menghasilkan rekomendasi dan program kerja yang dinamis dan relevan, mencerminkan kesiapan para penyuluh untuk bergerak dan memastikan bahwa keberadaan mereka membawa dampak nyata bagi keharmonisan umat dan kemajuan daerah.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alhamdulillah

Perkuat Sinergi, Kemenhaj Gelar Evaluasi dan Pembinaan PPIU-PIHK Menuju Haji & Umrah 2025 yang Berkualitas

  Perkuat Sinergi, Kemenhaj Gelar Evaluasi dan Pembinaan PPIU-PIHK Menuju Haji & Umrah 2025 yang Berkualitas ​ CIANJUR , [Rabu,24/12/20...